WELCOME IN MY BLOG

Pages

Monday, 14 October 2013

APA ITU METODE ILMIAH

METODE ILMIAH

Metode Ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisi. Ilmuan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat dinyatakan menjadi suatu teori ilmiah.

Unsur metode ilmiah 
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulanga empat langakah :
   1. Karaketerisasi (pengamatan dan  pengukuran)
   2. Hipotesis (penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
   3. Prediksi (dedukasi logis dari hipotesis)
   4. Eksperimen (pengujian atas semua hal diatas)

Karakterisasi
   Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penetuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran, dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti binatang atau populasi manusia.

Eksperimen
   Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedang diuji tidaklah benar atau tidak lengakap dengan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan menigkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis. Berganutung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau eksvakasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aeoro dinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detai sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporannhasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantundalam reproduksi eksperimen.

   
DNA/Contoh
Setiap Langkah dilustrasikan dengan contoh dari penemuan struktur DNA :
   1. DNA/Karakterisasi
   2. DNA/Hipotesis
   3. DNA/Prediksi
   4. DNA/Eksperimen 
Contoh tersebut dilanjutkanpada tahap "Evaluasi dan Pengulangan", yaitu DNA/Pengulangan.

    DNA/Karakterisasi
   Sejarah penemuan struktur merupakan contoh klasik dari empat tahap metode ilmiah pada tahun 1950 telah diketahui bahwa pewarisan genetik memiliki deskripsi matematis, diawali oleh penelitian Gregor Mendel, namun mekasnisme gen tersebut belumlah diketahui denga jelas. Para peneliti dilaboratorium William Lawrence Bragg di Universitas Cambridge membuat gambar-gambar difraksi sinar-X atas berbagai macam molekul. Berdasarkan susunan kimianya, dirasakan mungkin untuk mengkarakterisasikan struktur fisi DNA dengan gambar sinar-X.

    DNA/Hipotesis 
  Sebagai contoh, dalam usaha untuk menentukan struktur DNA, Francis Crick dan James Watson menhipotesiskan bahwa molekul tersebut memiliki struktur heliks : dua spiral yang saling memilin. Linus Pauling yang baru akan melakukan studi serius terhadap molekul tersbut menghipotesiskan struktur heliks ganda tiga.



    DNA/Ekeperimen
    Ketika James Watson meneliti apa yang telah ditemukan Rosalind Franklin pada gambar difraksi sinar-X   DNA buatannya, Watson melihat bentuk huruf X yang telah diprediksi Crick sebagai struktur heliks.
    Evaluasi dan Pengulangan
   Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulangan. Pada langkah yang manapun, seorang   ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membaut ilmuan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau definisi subjeck penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu. Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri dan memasuki proses tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang telah dibuat dan mendedukasi prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.


   DNA/Prediksi
  Setelah Watson dan Crick menghipotesiskan bahwa DNA merupakan DNA merupakan heliks ganda, Francis Crick memprediksikan gambar difraksi sinar-X DNA akan menunjukan suatu bentuk huruf X.
   Prediksi dari hipotesi
  Hipotesis yang berguna akan memungkinakan prediksi berdasarkan dedukasi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenerannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.


    DNA/Pengulangan
  Watson dapat mendedukasi struktur utama DNA dengan menggunakan model konkret bentuk fisik        nukleotida yang menyusun DNA. Dia menggunakan acuan panjang ikatan kimia yang telah didedukasikan oleh Linus paulin. Diawali dengan penemuan oleh James Watson dan Francis Crick tersebut, lahirlah bidang ilmu baru: biologi molekular


Download FIle



                                          referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger